Tampilkan postingan dengan label ~all about Korea~. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ~all about Korea~. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Mei 2011

18 Hal yang Membuat Film Korea Laris Manis

18 Hal Yang Membuat Film Korea Laris Manis

Berikut pakem-pakem dalam film lepas maupun drama Korea:

1.sangat menghormati orang-tua, dalam artian tidak mau melawan orang-tua, meski kadang orang-tua bersikap salah. Drama seri ataupun film Korea adalah citra dari budaya Korea itu sendiri, budaya Timur yang masih berpegang teguh pada etika dan kesopan-santunan. Tidak seperti dalam film ataupun sinetron Indonesia yang sering mempertontonkan anak-anak yang durhaka, membangkang, tidak punya sopan santun, selalu bersitegang urat leher dengan orang tua, film Korea jauh dari semua hal-hal buruk itu. Bisa dipastikan Anda tidak akan menjumpai adegan tersebut, meski Anda sudah memelototi banyak fim dan drama Korea.

2.Kebanyakan mempunyai kisah tumit sepatu patah. Itu dijumpai dalam drama seri Miss Kim’s Million Dollar Quest (film yang mengantongi predikat The Best Korean Drama 2006), Love to Kill, Princess Hours, Full House.

3.Lomba lari. Ini selalu digambarkan saat dua orang laki-laki menyukai wanita yang sama.Jika masing-masing pihak merasa yang paling berhak mendapatkan wanita yang sama, untuk memastikan siapa yang paling berhak memenangkan cinta si wanita, para lelaki tadi akan mengadakan lomba lari. Lomba tadi hanya diketahui dan diikuti oleh mereka berdua saja.Biasanya mereka menghormati komitmen, siapa yang kalah secara sportif mengundurkan diri dari kancah perebutan mengejar wanita idaman. Dengan catatan hasil lomba tadi menjadi tidak berarti, jika si wanita akhirnya menetapkan pilihan pada pihak yang kalah.Adegan ini dapat dijumpai antara lain dalam film seri: Miss Kim’s Million Dollar Quest, Wonderfull Life, kemudian dalam drama Almost Love.

4.Dalam film Korea juga kerap dijumpai adegan yang menganggap sakral sebuah benda kenangan. Karenanya mereka kerap menanam benda tersebut. Misalnya dalam film seri Princess Hours, yang ditanam adalah 2 tiket kereta api yang menandai perjumpaan pertama sang pangeran dengan cinta pertamanya di ruang tunggu stasiun kereta. Kemudian dalam film lepas Almost Love yang menjadi benda kenangan adalah kelereng dan mainan lonceng yang berbunyi jika tertiup angin. Yang masih lekat dalam ingatan adalah film komedi My Sassy Girl yang juga mempunyai benda kenangan (surat-surat cinta) yang ditanam di bukit yang ditandai dengan pohon beringin.

5.Mabuk-mabukan dengan minum-minum arak, minuman tradisional khas orang Korea.Jika seseorang sedang menghadapi masalah, baik itu masalah keluarga, cinta, pekerjaan, jalan terbaik untuk melarikan diri sementara dari persoalan yang menyita pikiran adalah minum arak. Hampir di setiap film Korea adegan mabuk-mabukan ini dijumpai.

6.Tak perlu cinta pada pandangan pertama atau tak harus hidup bersama dengan orang yang dicintai.Karena cinta dapat ditumbuhkan seiring dengan berjalannya waktu. Kebersamaan mampu mengikat, menyatukan rasa, dan akhirnya menimbulkan rasa cinta mendalam dan saling bergantung satu sama lain. Ini terlihat jelas dalam film seri Full House, Miss.Kim’s Million Dollar Quest, Summer Scent, Love to Kill, dan film lepas My Little Bride, juga di film Marrying with Mafia.

7.Para tokohnya digambarkan tidak “jaim” alias jaga image. Mereka bersikap apa adanya, tanpa ada kesan dibuat-buat.Seperti Song Hye-Kyo yang memerankan Han Ji-eun dengan cueknya memuntahkan isi makanan ke Rain yang memerankan Li Yeong-jae, karena kekenyangan. Padahal Li Yeong-jae adalah aktor besar yang sangat parlente. Dalam film Princess Hours, kita akan tersenyum geli sekaligus jijik saat mengetahui Putri Scen-jing ternyata mempunyai iler yang banyak, bahkan membasahi punggung Pangeran Li-Xin, padahal mereka baru tidur bersama untuk pertama kalinya.

8.Baru berani mengungkapkan isi hati saat mereka dalam keadaan mabuk akibat minum arak.

9.Tak bakal ada adegan peluk suka-suka atau cium sana-cium sini dalam film seri Korea. Sutradara Korea memang terkenal irit dan pelit dalam menampilkan adegan pelukan dan ciuman di film besutannya. Makanya drama seri Korea dijamin aman untuk ditonton oleh anak-anak sekalipun, dan orang-tua tidak perlu rikuh jika harus “nonton bareng” dengan anak-anak mereka.Tak seperti kebanyakan sinetron dan film Indonesia yang banyak tidak mempunyai jati diri, menjadi kebarat-baratan, mudah sekali menjumpai adegan pelukan dan ciuman yang kadang tidak perlu, film seri Korea masih menjaga kultur Timur. Sebagai orang Indonesia yang juga orang Timur, saya bangga menonton film Korea. Kalaupun ada adegan ciuman, itu bisa dipastikan bukan ciuman hot ala Perancis, tetapi hanya ciuman khas Korea, hanya saling menempelkan bibir, tetapi kesannya lebih menggoda dan bahkan bikin penasaran. Bahkan dalam keseharian saya ada istilah “ciuman Korea”.

10.Orang Korea dalam filmnya digambarkan sering ngobrol saat mulut mereka penuh berisi makanan. Kadangkala makanan tersebut muncrat ke arah lawan bicara. Sepertinya dalam budaya Korea, hal tersebut tidak dianggap tabu, atau suatu hal yang tidak sopan dan memalukan.

11.Orang Korea juga digambarkan sudah mempunyai tingkat kesejahteraan hidup yang tinggi dengan mengapresiasi seni dalam keseharian mereka. Mudah menjumpai para pelakon film Korea menonton teater, tari, memainkan alat musik terutama piano.

12.Kalau berjanji untuk bertemu di sebuah tempat, sering gagal karena satu dan lain hal — misalnya kereta yang terlambat, jalanan yang macet dan lain sebagainya. Atau hanya karena “selisih” jalan (Wonderful Life, My Sassy Girl).

13.Penyakit yang sering muncul dalam kisah film Korea adalah lupa ingatan dan leukimia (Winter’s Sonata, Summer Scent, Wonderful Life, Sangdoo Let’s Go to School).

14.Film Korea sering memiliki lebih dari satu judul (jika ditayangkan di negara yang berbeda). Misalnya Winter Sonata atau Winter Ballad. Atau Stairway to Heaven juga punya judul lain: Stairway of Heaven dan Stairly Way to Heaven.

15.Sutradara Korea sepertinya tidak mengganggap penting judul film — bahkan terkadang asal (Buggy Jumping of Their Own, Miss Kim’s One Million Dollar Quest, Beast and the beauty, Spring bears love, Sangdoo Let’s Go to School).

16.Pemainnya sering berbicara sendiri dengan benda-benda tertentu, misalnya dengan pusara, pantai, foto, boneka.

17.Menyanyi di karaoke untuk merayakan keberhasilan sepertinya sudah menjadi adegan wajib dalam film Korea.

18.Ibu yang tiba-tiba pingsan mendengar kabar tentang anaknya mendominasi adegan dalam film Korea. 

6 Cara Lebih Mengenal dan Menyukai K-POP

6 Cara Lebih Mengenal dan Menyukai K-POP


Histeria K-pop kini mulai ditemukan di mana-mana dan mendatangkan banyak “peniruan”. Plot cerita drama mereka, misalnya, kini bisa ditemukan pula versi lokalnya lewat sinetron. Boyband dan girlband dari sana juga hadir dalam versi lokal: Sm*sh dan 7 Icon.


Ketika Wonder Girls melejit dengan lagu “Nobody”, para cewek ABG pun ikut meniru gaya mereka. Saya sempat terkejut-kejut melihat cewek ABG di mal bergaya Yenny Park dan kawan-kawan. Pada sebuah malam minggu, mereka memakai rok mini super ketat dan super mini, lengkap dengan sepatu hak yang super tinggi.

Inilah bukti bahwa budaya Asia yang kadang culun ini punya daya pikat tinggi dan tak terelakkan.

Nah, buat yang awam dengan trend K-pop, berikut kiat-kiat untuk bisa cepat mengenal para bintang K-pop, penggemarnya dan histerianya. 


SATU GRUP TIGA NAMA
Cuma di dunia K-pop satu grup bisa punya tiga nama. Contohnya, Dong Bang Shin Ki, yang kabarnya memiliki penggemar terbesar di Korea. Ketika baru muncul, mereka dikenal dengan nama tersebut (singkatan: DBSK). Tetapi ketika mulai merambah ke luar Korea, nama mereka pun berubah menjadi TVXQ/THSK (Tong Vang Xien Qi/Tohosinki).

Dan ini tidak terjadi pada DBSK saja, tapi juga grup D-NA yang merupakan singkatan Daebak Namja. Grup yang akan tampil bersama Super Junior di Jakarta 4 Juni di Istora Senayan nanti pun memiliki dua nama lagi. Nama internasional mereka adalah The Boss (yang akan digunakaan saat di Jakarta ). Sementara di Jepang, mereka dikenal dengan Daikoku Danji.


Ada juga Girl’s Generation yang biasa dipanggil Soshi, dengan nama SNSD (So Nyeo Si Dae) atau Shōjo Jidai. Cho Shin Sung dengan nama alias Supernova atau Choshinsei (CSS). Bahkan penyanyi yang sekarang sukses sebagai aktor internasional seperti Rain juga punya banyak nama.

Di Korea, Rain dikenal sebagai Bi. Sebagai penyanyi internasional: Rain. Sedangkan sebagai aktor – ketika bermain di “Ninja Assasins” dan “Speed Racer”, ia memakai nama aslinya: Jung Ji Hoon.

Boyband terbaru yang punya banyak nama adalah BEAST. Ketika awal debut, grup ini bernama B2ST, singkatan dari Boys To Search For Top. Tapi setelah meluncurkan debut singlenya, namanya pun menjadi BEAST.

Jadi, jangan kaget dulu kalau melihat muka-muka familiar tetapi punya berbagai nama. Yang seperti ini hanya bisa ditemukan di dunia K-pop.


HOBI DENGAN SINGKATAN
Entah kenapa grup atau penyanyi senang sekali menyingkat-nyingkat nama grup mereka. Ini bukan sekadar singkatan biasa seperti My Chemical Romance yang disingkat MCR — yang hanya nama panggilan, bukan nama resmi yang tampil di sampul album.

Menjadi penggemar K-pop berarti bersiap-siap menghafal berbagai singkatan.

Nama-nama grup yang disingkat yang paling unik biasanya datang dari grup-grup asuhan YG Entertainment. Jadi, awas jangan sampai salah sebut. Simak 1tyme, yang dibaca dengan One Time; 5tion (baca: fiction); f.cuz (baca: focus) dan 2NE1 (baca: To Anyone).

Grup asuhan di bawah naungan JYP (Jin Young Park) juga punya singkatan yang diambil dari konsep hari. Ia mengasuh 15 remaja dan kemudian dibagi ke dalam dua grup “siang” dan “malam: 2AM & 2PM.

Bahkan yang lebih ekstrem, anggota pun mendadak punya nama beda dan formatnya — tentunya singkatan. Contoh, lagi-lagi YG Entertainment rajanya. Beberapa anggota Big Bang mempunyai nama panggung dari singkatan yang unik: T.O.P, dan SOL (Nama panggung Taeyang di Jepang).


PUNYA WARNA KHAS
Sudah tradisi dalam K-pop, setiap grup pasti punya satu warna sebagai ciri khas. Dalam konser atau jumpa penggemar, baik para anggota band maupun penggemarnya akan menggunakan baju/aksesoris dengan warna tersebut. Peralatan perang pertama mereka biasanya balon atau light stick. 

Jadi jangan kaget jika Anda datang ke festival konser K-pop dan melihat lautan warna. Buat penggemar pemula, jangan sembarang duduk jika menonton festival musik K-pop. Bisa-bisa kena usir atau malangnya malah tidak bisa menyalurkan histeria jika duduk di tempat yang salah.

Di Korea, warna ini jugalah yang kadang bisa membantu kita bergabung ke acara televisi seperti KBS Music Bank, SBS Inkigayo, MBC Music Core dan M-Net Countdown. Lumayan kan, ketimbang mengeluarkan uang untuk menonton konser?


‘LEADER & MAKNAE’
Grup K-pop punya tradisi, ketua dan anggota termuda menjadi anggota yang paling dielu-elukan. Ketika memperkenalkan diri, mereka akan menyebutkan posisi itu.

Panggilan ketua adalah leader-shi, sementara anggota termuda maknae atau the baby member. Di Korea, sebuah stasiun televisi bahkan sampai membuat program khusus untuk para maknae yang berjudul “Maknae’s Rebellions”.

Satu-satunya grup K-pop yang tidak punya ketua mungkin hanyalah 2PM. Setelah keluarnya Park Jae Bom, pihak manajemen mereka tidak mencari pengganti ketua.


‘COUPLING FANDOM’
Yang paling unik dari penggemar K-pop ini adalah pengidolaan mereka dalam format pasangan yang sering “diterjemahkan” layaknya pasangan yang berpacaran. Contoh yang paling populer adalah pasangan Yunjae alias U-Know Yunho dan Hero Jaejoong ketika DBSK masih berlima. Di setiap aktivitas jika mereka terlihat begitu akrab berdua, penggemar Yunjae langsung bersorak-sorai.

Mulai dari gambar, ilustrasi sampai fanfic (cerpen karangan penggemar yang menggunakan karakter pasangan favorit mereka) pun segera beredar di dunia maya. Begitu juga di grup lain.

Dalam SS501, misalnya. Ada pasangan Tom & Jerry (Park Jung Min dan Kim Hyun Jun). Di U-Kiss: Pasangan Elvin (Eli dan Kevin). Di FT Island: Hong Jae (Lee Hong Ki dan Lee Jae Jin) dan Jongki (Choi Jung Hun dan Lee Hong Ki).

Kemudian, di grup MBLAQ juga ada Joonmi (Lee Joon dan MIR). Terakhir, di Super Junior: Eunhae (Eun Hyuk dan Dong Hae).

Susah dicerna akal sehat tetapi begitulah K-pop.

 
BEDA DIDIKAN MANAJEMEN, BEDA GAYA
Cara identifikasi terakhir adalah melihat siapa yang mengasuh sebuah grup. Tiap manajemen punya gaya debut berbeda-beda.

Grup-grup didikan SM Entertainment biasanya dikenal sebagai penyanyi sekaligus penghibur acara televisi andal. Seperti Eun Hyuk dari Super Junior, misalnya, yang sering diundang ke acara televisi. Ia juga menjadi anggota Dream Team — sebuah acara televisi seputar olahraga.

Grup Shin Dong juga hingga sekarang masih jadi penyiar radio sebuah bincang-bincang bersama anggota Kara, Park Gyu Ri. Begitu juga grup lain dari SM Entertainment seperti F(X) dan Shinee, wajah anggota mereka seperti Victoria atau Minho rajin hilir-mudik di televisi.

Sementara itu, didikan YG Entertainment justru sebaliknya. Mereka sangat mengutamakan citra grup sebagai penyanyi handal. Akibatnya, grup didikan mereka jarang tampil di televisi selain acara musik.

Kalau pun tampil, biasanya di acara khusus yang mengulas aktivitas mereka sendiri. Big Bang atau 2NE1 misalnya. Di stasiun Mnet dan MTV Korea, mereka punya punya acara sendiri yang disebut Big Bang TV atau 2NE1 TV.

Karena jarang tampil, mereka pun cenderung pendiam dan tidak menarik ketika hadir di acara bincang-bincang di televisi.

Didikan JYP Entertainment juga berbeda. Anggotanya biasanya dituntut bisa berakting. Ini bisa jadi dimulai dari kesuksesan Rain dalam Full House, meski beberapa memang punya pengalaman berakting semasa kecil.

Kini, dalam grup didikan JYP, pasti ada salah satu anggotanya bermain film atau drama. Sohee dari Wonder Girls pernah tampil dalam film “Some Like It Hot/Hellcats”. Seulong tampil bersama Lee Min Ho dalam “Personal Taste”. Atau Jo Kwon yang kini masih berakting dalam serial All My Love.

Sepak terjang terbesar JYP untuk “mendistribusikan” para anak didiknya di jalur drama juga terlihat ketika agensi ini menggaet manajemen artis Bae Yong Joon untuk menggarap sebuah drama musikal populer.

Terlepas dari itu, JYP juga dikenal sebagai artis manajemen yang paling demokratis. Ketika Jay Park memutuskan keluar, JYP pun menghargai keputusannya. Karena jiwa demokratis ini pula, JYP jarang terdengar ada pertikaian dengan artis atau pihak lain seperti dengan stasiun televisi misalnya.

Ini berbeda dengan YG Entertainment yang sempat berbeda pendapat dengan stasiun KBS. Atau SM Entertainment yang sempat ngambek ke Mnet.

Update From SUJU

Super Show 3 sebentar lagi bakal berakhir. Sub unit Super Junior-M kini tengah berada di taiwan selama dua bulan kedepan untuk promosi. lalu, apa rencana Super Junior selanjutnya?

  1. Good news buat para ELF, karena kabarnya album kelima SUJU bakal keluar tahun ini juga, tepatnya summer nanti.
  2. It will break your heart, karena akhir tahun ini ada sekitar tiga member SUJU yang akan menjalani wajib militer. Dengan begitu, ada total empat member vakum dari kegiatan promosi untuk wamil dan tersisa tinggal delapan member yang akan bertahan.
  3. Soal masa depan, kamu nggak perlu khawatir karena para anggotanya belum berpikir untuk menikah hingga usia 30-an kecualiiiiii, yes, Shindong.
  4. Lastly, gosipnya untuk Super Junior show 4 yang juga bakal diadakan Tahun ini, Indonesia masuk menjadi negara Tujuan mereka,lhooo... Wooohooo!