Tampilkan postingan dengan label ~international~. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ~international~. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juni 2011

Estimasi Radiasi Nuklir Lipat Dua

Wilayah Sendai dan Fukushima di Jepang yang diterjang tsunami dahsyat, Jumat 911/3/2011) siang.

KOMPAS.com - Dampak bencana gempa bumi dan tsunami pada Jumat (11/3/2011) di Jepang memang masih berbuntut panjang. Utamanya, ancaman radiasi nuklir lantaran rusaknya reaktor nuklir Fukushima. Menurut warta AP dan AFP pada Selasa (7/6/2011),  Badan Keselamatan Nuklir dan Industri (Nisa) sekarang mengatakan 770.000 terabecquerelterlepas ke atmosfir. Angka ini lebih dari dua kali taksiran yang diumumkan sebelumnya 370.000 terabecquerel.
Meski taksiran itu hanya 15 persen dari keseluruhan radiasi yang keluar dari reaktor nuklir di Chernobyl di Ukraina pada tahun 1986, bencana nuklir paling buruk di dunia, jumlah mengindikasikan bahwa kontaminasi di kawasan di sekitar PLTN Fukushima lebih buruk daripada yang diduga sebelumnya.
Badan keselamatan nuklir Jepang juga mengatakan pelelehan terjadi di tiga reaktor lebih cepat daripada yang diyakini sebelumnya. Menurut Nisa, pelelehan menimbulkan kerusakan pada reaktor No 2 setelah 80 jam, dan reaktor No 3 setelah 79 jam pascatsunami menerjang sistem pendingin PLTN.
Revisi taksiran radiasi, yang dikeluarkan tiga bulan setelah krisis mulai terjadi, mungkin akan mempergencar kritik di Jepang bahwa pemerintah dan operator PTN terlalu lambat dalam menerbitkan informasi. Estimasi baru tersebut diumumkan ketika panel pakar mulai mengadakan penyelidikan atas krisis nuklir di Fukushima.
Januari
Sementara itu, operator reaktor nuklir Fukushima, Tepco, berharap bisa menutup fasilitas tenaga atom tersebut paling lambat bulan Januari, meski ada kekhawatiran waktu yang diperlukan lebih lama. PTLN tersebut juga masih mengalami kebocoran radiasi.
Lebih dari 80.000 warga yang bermukim dalam radius 20 kilometer dari PLTN telah dievakuasi dari tempat tinggal mereka. Ketentuan evakuasi sukarela berlaku di kawasan dalam radius 20-30 kilometer dari PLTN yang sama. Beberapa kota kecil yang berada lebih jauh dari PLTN tersebut juga terkena dampak.
Sekretaris Kabinet Jepang Yukio Edano mengatakan evakuasi lanjutan tengah dipertimbangkan. Pemantauan memperlihatkan topografi lahan dan pola angin mungkin menyebabkan penimbunan radiasi di kawasan-kawasan lain.

sumber: kompas.com
josephus Primus | Selasa, 7 Juni 2011 | 18:31 WIB

Kordofan Selatan Biang Konflik

KOMPAS.com - Negara Bagian Kordofan Selatan bakal menjadi sumber konflik baru antara Sudan dan Sudan Selatan. Menurut warta Xinhua pada Selasa (7/6/2011), negara bagian itu terletak di perbatasan antara kedua negara. Sementara, deklarasi kemerdekaan Sudan Selatan bakal terlaksana pada Sabtu (9/7/2011).
Di Kordofan Selatan, dua hari lalu, terjadi baku tembak antara kedua belah pihak. Insiden itu membunuh satu orang serdadu Sudan sekaligus melukai banyak lagi orang dari kedua pihak tersebut.
Pihak PBB sendiri mengakui adanya tembakan-tembakan di Kadogli, ibu kota Kordofan Selatan pada Senin malam. Tapi, tak ada informasi tambahan mengenai pelaku.
Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dalam pernyataan di laman Kementerian Pertahanan Sudan mengatakan satu orang serdadu Sudan tewas dan tujuh lainnya terluka dalam bentrokan antarmiliter kedua pihak pada Minggu (5/6/2011). Insiden itu terjadi di Desa Um Dorain, 48 kilometer timur Kadogli. SAF menuding Angkatan Bersenjata Pembebasan Rakyat Sudan (SPLA) lebih dulu menyerang Um Dorain.
 
sumber: kompas.com
Josephus Primus | Selasa, 7 Juni 2011 | 20:00 WIB

Yaman Kian Kisruh

KOMPAS.com - Sampai kini, Yaman bukannya makin damai kondisinya. Kekisruhan makin menjadi-jadi tatkala bentrokan antara tentara pemerintah dan kelompok perlawanan terjadi di Zinjibar, kawasan selatan Yaman. Menurut warta AP dan AFP pada Selasa (7/6/2011), 15 tewas gara-gara kejadian itu.
Kekerasan, menurut para pejabat, dilakukan milisi Al-Qaeda dan terjadi beberapa hari setelah Presiden Ali Abdullah Saleh meninggalkan negara itu karena terluka akibat serangan terhadap kompleksnya. Muncul juga sejumlah laporan tentang kekerasan di kota terbesar kedua, Taiz. Tempat tersebut sekarang dikuasai lawan pemerintah.
"Kami kelompok suku, mendukung kelompok tertindas dan menentang pemerintahan yang tidak sah...telah beroperasi di sekitar kompleks pemerintah...yang sekarang kami kuasai untuk melindungi dari penjahat," kata Sheikh Hammoud Saeed al-Mikhlafi pimpinan dewan suku di Taiz.
Laporan menyebutkan melaporkan bentrokan terjadi di dekat istana presiden di Taiz. Tembakan tank di dekat istana meledak di permukiman sekitarnya. Empat orang tewas, tiga di antaranya anak-anak, lapor kantor berita.
Senin kemarin, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mendesak dilakukannya peralihan secara damai dan teratur dari presiden yang sudah memimpin selama 33 tahun. Negara-negara Barat khawatir krisis Yaman akan memperkuat kelompok Al-Qaeda di Yaman.
Saleh pergi ke Arab Saudi akhir minggu untuk menjalani operasi karena terluka dalam serangan Sabtu di ibu kota Sana'a.

sumber : kompas.com
josephus Primus | Selasa, 7 Juni 2011 | 20:39 WIB